February 21, 2024

Di usianya yang belum genap 18 tahun, Egy Maulana Vikri memang jadi sensasi tak hanya di Indonesia tapi hingga benua pusatnya sepakbola dunia, Eropa. Terbang jauh dari Tanah Air, remaja yang angkat nama lewat Timnas U-18 itu memilih klub asal Polandia, Lechia Gdansk sebagai debutnya dalam sepakbola profesional. Tak main-main, kabarnya Egy sampai disodori kontrak 13 miliar rupiah per tahun!

 

Kabar kontrak fantastis Egy itu diucapkan oleh mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri saat memberikan coaching clinic di Bukittinggi, akhir Februari 2018 kemarin. Seperti dilansir Kumparan, Indra menyebut jika Egy bakal teken kontrak dengan sebuah tim Polandia senilai Rp 13 miliar. Kendati tidak ada yang memberikan kepastian, perwakilan Kemenpora yakni Raden Isnanta hanya memaparkan kalau kontrak Egy dengan Lechia Gdansk sesuai standar FIFA.

 

Fakta yang ada hanyalah Egy terikat dengan Lechia Gdansk selama tiga tahun lamanya. Egy baru akan bergabung pada 8 Juli 2018 saat dirinya genap berusia 18 tahun. Karena FIFA hanya mengizinkan pesepakbola berusia 18 tahun saja yang boleh diikat kontrak profesional. Bukan cuma nilai kontrak fantastis, Kompas melansir bahwa Egy juga disebut-sebut bakal mendapat fasilitas mewah selama ada di Lechia Gdansk.

 

Pesepakbola kidal itu kabarnya mendapat apartemen dan mobil Mercedes Benz E Class seperti slot gacor vip layaknya pemain asing lain di Lechia Gdansk.Egy sendiri sudah diperkenalkan di stadion Energa Gdansk pada Minggu (11/3). Yang menarik, Lechia Gdansk langsung menjual jersey nomor punggung 10 yang bakal digunakan Egy nanti. Jersey resmi itu dijual sekitar Rp 970 ribu di situs resmi Lechia Gdansk.

 

Lechia Gdansk Klub Langganan Degradasi?

 

Setelah diperkenalkan Lechia Gdansk pada pertengahan Maret, Egy memang kembali dulu ke Indonesia untuk berlatih. Karena remajak asli Medan ini masuk dalam skuad proyeksi Timnas untuk Asian Games 2018. Bicara soal Lechia Gdansk, klub itu bermain di Liga Ekstraklasa, kompetisi tertinggi sepakbola Polandia. Hanya saja posisi Lechia Gdansk dalam klasemen sementara kurang bagus yakni ada di tempat ke-12 dari 16 peserta atau ada di zona play-off degradasi.

 

Sepanjang perjalanannya, Lechia Gdansk debut di Liga Ekstraklasa pada Maret 1949 yang tidak berjalan baik sehingga harus terdegradasi. Lechia Gdansk kembali ke Ekstraklasa pada 1951 tapi lagi-lagi terdegradasi. Barulah di tahun 1956, Lechia Gdansk benar-benar bangkit dan mampu berakhir di posisi ketiga klasemen akhir Ekstraklasa.

 

Egy Banyak Diminati Klub Eropa Lain

 

Perjalanan karier Egy di dunia sepakbola memang begitu sensasional. Di saat para seniornya mungkin hanya diminati klub-klub level Asia, Egy terbang jauh ke Polandia. Tak heran kalau akhirnya dia menyebut jika bergabungnya ke Lechia Gdansk bak mimpi yang menjadi nyata. Selama tiga tahun ke depan, Egy wajib belajar banyak dari Lechia Gdansk dan kerasnya kompetisi liga utama Polandia jika memang ingin klub-klub Eropa lain meliriknya.

 

Dilansir Detiksport, Egy menjelaskan kalau dia sebetulnya menerima tawaran dari klub Eropa lain. “Ada penawaran dari negara lain seperti Prancis, Spanyol, Portugal, itu semua dari agen saya. Saya pilih Lechia Gdansk karena saya rasa bisa sukses bersama dan jadi lebih baik di masa datang. Saya sepenuh hati di sini. Saya sangat bangga telah datang ke sini. Ini bagai mimpi, saya bisa bermain di Eropa. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik bersama Lechia Gdansk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *